Gonjang-Ganjing Ppn. Mesakke Peternakan Kita

April 15, 2016

Masih ingat saya pernah tulis tentang dagelan Jagung? oke. Sekarang di dunia peternakan juga sedang ada dagelan Ppn. Pajak Pertambahan Nilai atas bahan pembuat pakan yang diimpor untuk diolah kembali dan dijadikan pakan dinegeri kita. Rasanya peternakan dan pelaku industrinya belakangan ini digebuki bertubi tubi dengan kebijakan-kebijakan dan peraturan yang tidak masuk akal. Apa pasal?

Sadar atau tidak bahan pakan penyusun ransum pakan ternak entah itu ayam, babi, sapi, disitu ada yang mengandung bahan yang “terpaksa” kita impor. Kenapa harus impor? karena kita tidak memproduksi bahan peyusun pakan itu karena rata-rata bahan penyusun pakan tersebut adalah residu dari pengolahan berbagai macam produk pertanian untuk dijadikan pangan.

Contoh… Bungkil kedelai. Bahan penyusun 30% ransum unggas ini berasal dari ekstraksi minyak nabati kedelai yang hanya diproduksi dari dan oleh negara-negara yang familiar dengan minyak kedelai, seperti USA, Brazil, China, India, Argentina, dll. Indonesia tidak begitu familiar dengan minyak kedelai, karena pasokan kedelai mentah saja kita impor hanya untuk membuat tempe. Edyan pora kui? ggaak usah tutup mata wong semuanya sudah gamblang. Mblang!

Lha sayangnya..tanpa bungkil kedelai di dalam ransum penyusun pakan unggas.. nonsense ayam akan berproduksi secara maksimal. Lha wong gen penyusun tubuh unggas itu sendiri sudah bergantung dengan BKK alias SBM yaitu bungkil kedelai. Saya berani taruhan. Tanpa SBM, mok pakani Jagung sama Karak wae laghhh paling paling ayam broiler ya urip tapi kunthing, atau ayam layer telurnya dhat nyeng..sehari bertelur seminggu prei..

Terus.. selain SBM, bahan penyusun pakan ternak juga yang terpaksa dengan sangat terpaksa kita impor ada MBM, Meat and Bone Meal. Tepung Daging dan Tulang. Pertanyaan besarnya.. kenapa harus impor dan terpaksa di impor? Lheee wong di Indonesia itu..jerohan, sumsum saja bisa jadi sajian restoran kok, tulang aja ada tulang krispi, dimakan manusia lho? apa ya mungkin kita produksi MBM..?

Belum lagi ada CGM, Rapeseed, dan macam macam bahan pakan yang terpaksa kita impor. Sekali lagi saya garis bawahi “terpaksa”. Kenapa terpaksa, karena yaa kita nggak mungkin produksi dalam negeri.

Titik kritisnya adalah..belakangan muncul Permenkeu no 267 yang mengatur tentang bahan pakan apa saja yang dibebaskan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (Ppn) yang notabene angkanya fantastis 10% dan dibebankan kepada enduser dalam hal ini peternak maupun pabrik pakan. Didalam Permenkeu tersebut, tidak ada disebut di lampiran secara eksplisit bahwa SBM dan MBM terkena atau terbebas Ppn, malah barang nggak terlalu penting seperti bungkil biji bunga matahari malah ada secara eksplisit dibebaskan Ppn. Gendheng!!

Berikut PMK 267 silakan di download dan dibaca.

Kontradisksinya terjadi pada pasal 5 ayat 2 yang disana disebutkan bahwa

Dalam hal terdapat bahan pakan ยทuntuk pembuatan
pakan ternak yang tidak termasuk dalam Lampiran I
Peraturan Menteri irii, atas bahan pakan untuk
pembuatan pakan ternak dimaksud dapat diberikan
fasilitas dibebaskan dari pengenaan Pajak Pertambahan
Nilai sepanjang:

a. untuk bahan pakan .asal tmpor untuk pembuatan
pakan ternak, tidak terr:hasuk imbuhan pakan clan
pelengkap pakan hanis memenuhi kriteria
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3; dan
b. ditetapkan oleh Menteri yang menyelenggarakan
urusan pemerintahan di bidang pertanian, setelah
berkoordinasi dengan Menteri Keuangan.

Yang bikin saya greretan..apa ya tumon..kalau Menteri Pertanian atau yang membidangi urusan peternakan Indonesia sampai tidak berkoordinasi dengan Menteri Keuangan soal bahan pakan apa saja yang biasa diimpor dan dipakai di Indonesia.Apa lupa nggak ngobrol? apa jangan-jangan nggak tau kalau SBM dan MBM itu sudah luaaaaama dipakai di Indonesia.

Yang bikin tuuaaambah gregetan….Seharusnya Kementrian Keuangan dalam hal ini Menteri Keuangan sebelum mengeluarkan Pemenkeu mbok yaaa ngobrol dulu..ditinjau dulu.. rasanya kok gak mungkin Menteri se pinteeerr kui nggak paham. Mosok ini dibikin sama bawahannya terus boso jowone Jaukno acc bose?? khan ya lucu sebuah peraturan yang menyangkut tentang Tax atau pajak kok memiliki standar ganda. Standar satunya sudah ditetapkan oleh dia, standar lainnya nunggu keputusan mentri yang lain.. Oaalaaah

Sebagai pelaku dibidang Industri Peternakan, saya merasa sangat-sangat kecewa dengan tindakan pemerintah belakangan ini. Setelah Jagung,,,sekarang bahan pakan lain.. Terus Ayam dan telur mau dihargai piro paaak….???

Salam Peternakan Jaya. Ndhaasmu!!!

Advertisements

Dagelan Jagung

January 21, 2016

Semenjak kuliah saya sering dijejali bahwa jagung adalah rajanya biji-bijiaan, Rajanya sumber energy yang pemakaiannya mendominasi komposisi suatu bahan pakan. Terutama pakan jadipellet, maupun konsentrat. Kemudian doktrin itu menjadi-jadi sehingga tanpa jagung, sebuah formulasi pakan hanyalah lelucon. Dalam benak saya sebagai mahasiswa bodoh, dengan IPK pas pasan, jika doktrin itu sudah ada sejak masa belanda lalu yang jadi pertanyaan adalah darimana sumber utamanya.

Well kita tau, bahwa pertumbuhan penduduk harus dibarengi dengan penyediaan gizi dan bahan makanan yang berkualitas. Daging, susu dan telur,juga ikan. Daging dan telur identik dengan sumber yang berasal dari ayam. Kenapa begitu? karena ayam memang harganya bisa dijangkau oleh banyak kalangan. Jika tidak beli seekor, bisa beli sekilo. Jika tidak sekilo, bisa setengah, sampai ayam suwir pun masih nikmat dikonsumsi sebagai taburan bubur.

Ayam, dan telur adalah produk yang dihasilkan dengan melalui serangkaian pemeliharaan kompleks dan 70 persen lebih hal yang mempengaruhi hasil akhirnya adalah pakan. Kembali ke titik nol dimana uneg uneg ini saya buat, sejak lama kita begitu tergantung dengan pasokan jagung dari luar negeri. Produksi dalam negeri sangat rendah dan tidak didukung dengan tata kelola pasca panen yang baik.

Kita ambil contoh gabah dan atau beras saja yang dikonsumsi oleh manusia, yang beras itu disimpan di gudang bulog. Anda tau sendiri kualitasnya tanpa harus digelar panjang dan lebar. Produkstifitas yang rendah ini, disusul oleh gelombang mafia impor, pupuk yang mahal, dan harga beli yang tidak sesuai. Akibatnya gelombang berikutnya adalah kemalasan petani untuk menanam jagung.

Solusinya pemerintah Joko Widodo kemudian melakukan penataan tata niaga jagung melalui Kementrian Pertanian. Produksi jagung digenjot berikut program pendampingannya yang bernama UPSUS PAJALE. Impor primer jagung disetop. Serta kewajiban pabrik pakan untuk menyerap seluruh hasil jagung petani. Bagusnya kemudian harga jagung terangkat setahap demi setahap.

Tetapi karena kebutuhan jagung di dalam formula pakan menyentuh 50 persen lebih, akibatnya pabrik berebut sumber jagung dari kantong kantong utama daerah penghasil jagung. Cilakanya, karena program kementrian tersebut terkesan mendadak “banget” maka jagung seperti menghilang dari pasaran. Ternyata kebutuhan jagung kita tidak seimbang dengan kemampuan sementara petani kita memproduksi jagung. Gila, dan sungguh kelewatan.

Saya pun geleng-geleng dengan kebijakan tutup total impor jagung tanpa memperbaiki infrastruktur dan tata kelola tanaman jagung di Indonesia. Bayangkan, dalam 2 bulan saja sejak kebijakan itu diteken, jagung langsung habis. Edyan pora? lha memangnya produksi jagung sampai kering bisa 2 bulan? ngimpi. Sayangnya, UPSUS PAJALE ini saya dengar hanya setengah hati. Entah benar atau tidak, tapi kesan tersirat dari program ini seperti buru-buru.

Bagi saya stop impor itu bagus, tapi menurut saya belum saatnya. Menurunkan kuota impor sambil memperbaiki kondisi pertanian kita adalah kondisi yang logis dan bisa diterima akal sehat. Jagung sudah seperti beras bagi ayam-ayam yang dagingnya kita makan.

Saya cuma duduk termenung, menanti jawaban dari customer lewat layar telepon. Semuanya ngeluh karena hari ini harga Jagung tembus 6.000 rupiah lebih. Itupun hanya beberapa trader dan pabrik dan peternak besar yang masih sanggup beli. Artinya apa? pasti harga formula pakan naik to? Lha masalahnya kalau harga jual produk masyarakat luas kuat tidak kalau dinaikkan 50%. Dagelan to?

Semuanya ngelu…dan mesti curhat, yoopo cak pak mentri iki. Gak tau ngingu pitek tah?

Yo embuh..

Berbagi Tips Memakai Mobil di Musim Hujan

December 18, 2015

Hola hola mas broo…mbak sist
Sing wes punya mobil, yang dipinjemin kantor, atau yang berangan angan punya mobil..sebaiknya perlu tahu apa yang jadi pengalaman maspoeloeng merawat beberapa mobil. Pernah pinjem pernah dipinjemi dan sekarang punya sendiri ra ketang tahune tuwek.

Well, mobil pribadi memang sarana transportasi yang nyaman. Panas ga kepanasan, hujan ga kehujanan. Simpel nya..demi mendapat kenyamanan itu orang rela belajar nyetir sampai rela beli mobil yang harga nya nggak waras.

Tapi kalau bisa nyetir saja apa gunanya beli mobil. Ya to? Soalnya mobil tak cukip cuma dinaikin aja. Lebih lebih kalau mobilnya masih kredit…waduh lak sayang kalau beberapa part belum waktu nya udah ganti. Karena kecerobohan dalam mengemudi.

Apalagi di musim hujan. Maspoeloeng ada beberapa tips agar mobilmu aman selama melewati masa masa musim hujan.

1. Jangan parkir di bawah pohon.
Ini nih yang suka bikin lupa pengendara. Pengemudi yang lalai sering menaruh mobilnya dibawah pohon. Alasannya biasanya cari teduh..tapi lha mak bedunduk datang hujan. Duar der dor petir menyambar..angin bertiup..dan bruaakkkk!!!!! Pohon pun tumbang nibani mobilmu. Diijoli tukang asuransi? Mungkin sih..tapi kan perlu waktu dan itu kalau kamu ikut asuransi. Apalagi tuh mobil punya kantor..syukur atasanmu baik..kalau atasanmu cerewet dan kantor mu pelit e minta ampun….wah alamat iki…

2. Jangan kemudikan mobil dengan kecepatan tinggi.
Bahaya mas mbak.. Hujan yang membasahi aspal akan membuat jeda pada permukaan ban dan aspal. Akibatnya sering roda kehilangan traksi. Kurang menggigit ngono. Kalau mobil yang udah ABS sih gapapa..asal tetap feeling so good sopirnya. Nah kalo mobil nggak ada fitur ABS.. Niatnya ngerem malah ngloyor….bruaakkkkk, nabrak ngarep mu ditabrak mburimu.. Double sandwich.

3. Nyalakan lampu bahaya jika hujan sangat lebat.
Ada hubungannya dengan nomer 2. Intinya jika hujan sangat lebat, hindari mengemudi dengan jarak sangat dekat. Sebaiknya nyalakan lampu bahaya untuk memberi tahu rekan driver di belakang kita supaya nggak ngloyor.. Ingat..mungkin bukan kamu yang salah dalam menggunakan kecepatan. Tapi karena minimnya informasi tanda yang kamu berikan..bisa jadi driver dibelakang tidak tahu kalau kamu jalan pelan. Oke?

4. Hindari track berlubang.
Kalau sudah familiar dengan jalan yang sering dilewati..its no problem. Lah..kalau belum..sebaiknya pertimbangkan agar kamu tidak melewati track yang berlubang. Kenapa? Karena kita nggak tau..siapa tau pas njeglong..ada paku guedhee.. Apes… Udah hujan malah kebanan.

5. Jika AC mati jangan paksa jalan
Fitur AC bukan sekedar buat adem ruangan kabin. AC bisa menstabilkan suhu didalam kabin dan membuang uap air yang terjadi akibat pernafasan kita. Uap air ini akan membasahi kaca bagian dalam sob..kalau hujan lebat dan AC kamu matiin. So…kalau AC mati lebih baik minggir saja deh tunggu hujan reda.

6. Segera cuci/siram pakai air kran.
Naah..kalau sudah sampai rumah..segera deh kamu cuci atau minimal siram aja mobilnya pakai air kran/air tanah supaya air hujan yang membasahi mobil segera lenyap. Air hujan bisa menyebabkan karat yang ber efek pada umur parts dan kenyamanan berkendara. Terutama bagian rem nih. Oiya lepas itu jangan lupa dilap pakai kanebo dan mobil mu siap buat jalan lagi esok hari.

Demikian sekedar informasi yang bisa maspoeloeng share.. Keep safety driving yo guys..eman eman mobil e..eman eman nyawane.

Eh..asline eman mobile opo eman nyawane sih? ๐Ÿ™‚

Eman nyawaneee… Ah tenane?????

Pajek yang selalu bikin mumet

December 12, 2015

Woh sodara sodara….
Berkelana akhir tahun silaturahmi ke pengusaha gedhe sampai pengusaha cilik kok oleh olehnya sama. Pada ngeluh masalah pajak. Ckckckck

Tak pikir dadi pengusaha itu penak gari ongkang ongkang. Ternyata pengusaha juga mumet. Mesti mikir gaji ne pegawai kenaikan omzet, klien dll. Kalau pegawai sak penak udelnya sendiri biasanya wajar kalau boss jadi mencak mencak.

Selain itu pengusaha juga mesti dipusingkan dengan pungutan pajak yang hitungannya mbingungke. Terkadang maaf lho ya pengusaha terkenal dengan buku gendheng nya. You know it lah kalau buku gendheng itu istilah yg dipakai buat melaporkan berapa kekayaan usaha selama setahun berjalan.

Jaman om Gayus pajek bisa main main dikit lah. Sayangnya (kok sayang yo malahan wkwk) Gayus ketangkep, jadi institusi pajak mau gak mau terus berbenah. Ups namun banyak komponen yg dibenahi kurang mendukung unit usaha yang padat modal dan padat karya seperti usaha di dolog bahan baku dan produksi peternakan.

Misalkan gini, jika omzet dibawah 4.5 milyar setahun dikenakan pajak 1% apakah adil kalau itu adalah usaha dibidang jual beli pakan ternak misalnya. Kan lucu kalau satu kilo untung nya 100 perak pajaknya 50 perak. Lha opo cuma sambatan? Duh piyeeee iki.

Hla yang bikin maspoeloeng bingung kalau pas usaha kena rugi padahal omset tetap jalan. Mosok ya tetep mbayar pajak? Haduuh kukuttt tenan iki kalau caranya seperti ini.

Last, pinjam perkataannya mas Khuluq. Kalau jaman dulu jaman kompeni, pajak kepala atau upeti itu boleh dibayar pakai apapun yang kita punya nggak harus uang. Boleh beras boleh ketela boleh perhiasan, dan sebagainya. Memang sih kalau nggak bayar ancamannya bedhil.

Hla saiki sih sama saja cuman rada kejam institusi pajak kita. Maunya dibayar pakai uang, mau untung mau rugi yhaa sakmono kui mbayare.

Anggaplah usaha jagung kena rugi. Apa mau orang pajak dibayar pakek jagung? Opo usaha mie ayam pas bubruk..bayaren pakai Mie Ayam..hwaaa lak dikiro ndagel. But apakah ini bukannya lebih kejam dari kompeni.

Nek nggak mbayar piye cak. Yoo siap siap wae kena pasal pelanggaran pajak. Sangsinya macem macem. Tapi ada yg ujung ujungnya masuk penjara. Buiiiiiihhh ngeriii pokoe.

Wes paham to nek mumet tenan pokok e ndase pengusaha kalau sudah mikir bab pajak. Idealisme kadang bisa ditinggalkan sejenak kalau mikir ke sini. Ngapusi Dosa ra ngapusi nyatane gur kerjo sambatan. Makane sik dadi pegawai ojo kokehan tuntutan, pecat sisan kuapok!

Eh ngomong ngomong sik penak jare pegawai pajek. Infone mundhak gaji terus. Yho pora cak?

Yo mbuh…

Pejabat Korup, Korek Apinya Gerakan Separatis

December 4, 2015

Halo masbro, saiki agak serius ngomongin masalah negara. Mesakne tenan negaraku Indonesia. . Negara yang cukup tua mengenyam status negara berkembang dengan kekayaan alam Trilyunan dollar Amerika. Opo gak buoosen? Halah mbuh wes buktine yo nggak bosen i, disebut negara berkembang.

Oke, masbro. Hla piye meneh negoro wes morat marit ndak karuan, para elitnya banyak pecicilan. Sejak dibukanya era teknologi informasi plus agenda revolusi mental, kalau bisa dibilang, tahun-tahun ini adalah tahun paling mesakke bagi pemangku jabatan hasil melas-melas.

Hla gimana nggak melas, mau jabatan tinggi saja mesti nggaruk massa sebanyak mungkin, jor-jor an dana mbugh carane utang opo korupsi raurusan. Perkaranya adalah, terus apa yhaa sumbut setelah jadi elit, kemudian gaji bulanan selama menjabat nggak balik modal, babar blas.

Mesakne-nya, karena mau korup yang lihat dan dengar banyak bangeeett. Lagi ngipik-ipik proyek, lhadalah pembicaraane sudah disadap/direkam, modyarrrr kowe.

Maksudnya you know it lah kalau jadi elit DPRD sampai DPR itu aslinya kan nggolek (cari) pulihan dana dan keuntungan dari proyek, sunat anggaran, upeti, dan agenda korup lainnya. Kayak cerita jaman Belanda iku lho, yang di buku-buku SD/SMP ๐Ÿ™‚ . Opo yho kabeh mas bro? nek dipikir jelas hampir semua, baik pakai cara haluuuuussss banget sampai yang cara kasar banget pakai backing aparat. Terus apa hubungannya dengan gerakan separatis?

Gini lho masbro, mbak sist. Gerakan separatis di Indonesia banyak sekali muncul karena rekam jejak sejarah kita yang amburadul. Kekayaan suatu daerah yang dieksploitasi besar-besaran hanya untuk segelintir orang yang ada di pusat pemerintahan. Terus feedback untuk masyarakat yang mendiami daerah kaya tersebut amat minim. Yhaa pasti lambat laun akan memunculkan gerakan separatis. Apa yang dilakukan pemerintah Jawa itu kadang tidak sesuai harapan saudara-saudara kita yang jauh disana-sana.

Nek gitu, maspoeloeng mendukung munculnya gerakan separatis?. Oh, sama sekali tidak mas mbak, cuman rada heran sama kelakuan pemangku kebijakan dan pembuat undang-undang yang sakpenak udele dewe mempermainkan kekayaan Indonesia. You know it lah kalau dalam beberapa hari ini disuguhi dagelan anggota DPR dan kroni-kroni nya. Ngelusss dada mas, sambil mbathin “ngene iki ndek pedalaman papua onok TV nggak yho.., kalo sampek ada TV opo gak nangis..orang papua

Terus.. sampeyan baru ngeh, kira kira pantes apa nggak kalau muncul GAM , muncul OPM, yang semuanya ingin mengelola kekayaan alamnya sendiri karena merasa diperlakukan tidak adil. Terlepas dari apakah ada kepentingan luar negeri (misal : Remason, SiYunis, Ngisis) atas munculnya gerakan separatis tersebutย  yang pasti kesalahan dari kita sendirilah yang kemudian memantik api gerakan separatis. Kalau lihat kelakuan pejabat sih..hyaaa pantes lah.

Last, cepat atau lambat, jika negara dikelola dengan menempatkan para pejabat seperti pak Setya cs, Indonesia bisa tinggal pulau Jawa doang. sempit, macet, dan kekayaan alamnya minim. Yang ada banyak Gunung berapi nya to?. Hayoooo loh!! mbledhos kabeh kuaapok kowe.

Duit Tanggung, Kemaki Golek Mobil.

November 26, 2015

Saya memang bukan pemuja merek atau fanatik terhadap pabrikan mesin tertentu. Kembali lagi kepada prinsip dimana ketika kita membeli barang barang bekas, maka ingatlah tentang afterbuy value nya. Apakah masih layak dengan banderol harganya, dan apakai sesuai dengan kebutuhan yang ingin kita penuhi.

Secara umum, bisa saja kita mendapatkan mobil bekas dengan harga yang jauh lebih murah. Tapi ingat, apakah setelah kita membeli yakin tidak ada komponen yang perlu dibenahi? jagan-jangan setelah beli itu mobil kita lebih lama nginep di bengkel ketimbang dipake jalan-jalan. Repot nek udah gini mah.

Ini yang waktu itu jadi PR kami dalam menentukan pemilihan mobil bekas yang ingin di beli. Budget nya nanggung, cuma 75 juta. Mobil-mobil yang jadi selera mbok wedok itu semacam Toyota Yaris, Honda Jazz, atau Suzuki Swift. Waiki…duit sak mono minta nya numpak hatchback Jepangan, matic lagi. Yhoo ndak sumbut. Karena kembali kepada selera, maka kalau gak dapat nasi rendang, paling nggak dapat nasi tongseng.

Mulailah mencari mobil, karena mobil seken Jepang lumayan mahal, maka alternatifnya dipilihlah mobil eropa. But maksudnya, mahal disini adalah apple to apple lho yah. Dengan spesifikasi yang good condition, spek yang sama, teknologi yang sepadan, biarpun tahun berbeda. Mobil Jepang ternyata jauuh lebih mahal ketimbang mobil Eropa

Karena mobil Jepang (sekali lagi) mahal (baca: overprice)pilihannya jatuh kepada mobil Eropa, maka mata langsung tertambat pada Peugeot 206. Dengan spek yang hampir mirip atau bahkan lebih baik dari Yaris 2010, Peugeot 206 buatan tahun 2002 masih cukup murah.

IMG_20151116_192704

Peugeot 206 punya orang Situbondo

Banderol seken nya tidak jauh-jauh amat dari angka 60-75 jutaan. Tapi dari sekian peugeot 206 yang disambangi, kok masalahnya selalu sama, kalau nggak part nya banyak yang dah mulai jebol, orisinilitas barangnya juga diragukan.

Pernah nyambangi sampai ke kantor PLN Surabaya, buat lihat Peugeot 307 SW yang ada Panoramic Roof nya, waoww banget bagusnya. Ini mobil punya Kabag Perencanaan.

Exif_JPEG_420

Byuughhhh sekilas memang apik cak, tapi jerohan mesinnya bonyok

Namanya juga ndak paham, sekalinya dikasih lihat STNK , wahhh pajak tahunannya itu lho gila bener, sekilas sih bagus ya pemirsa, tapi pas dicoba ini mobil goyang dombret. Yaudah langsung tanya Om Jimmy Surabaya bengkel khusus Peugeot. Wheladhalah, untuk problem problem yang saya utarakan tersebut, tenyata ongkosnya perkiraan mayan mahal, 10-15 jetti. Mundurrr wes, pamitan.

Perburuan dilanjutkan lagi untuk melihat Peugeot 806 High Pressure Diesel Injection. Tapi kondisinya gak jauh beda rusak disana-sini, baik mesin dan interiornya. Selalu problem mobil seken berawal dari pemilik sebelumnya yang asal-asalan pakai. Info dari teman-teman blogger otomotif, mobil mobil injeksi sangat disarankan untuk tidak menggunakan bensin oktan 88 ber timbal, maupun solar dan biosolar. Kenapa, karena kekentalan dan bahan yang terikut didalamnya bisa mengotori injector. Akibatnya mobil akan cepat rusak.

Anda punya Pajero / Fortuner / Ford Everest/ Chevrolet Captiva? jangan sekali sekali deh dikasih minum solar biasa. Tuh mobil spek nya mesti minum DEX. Kalau keterusan, wah bisa jebol ituh mesin, paling nggak turbo nya duluan. Tinggal tanya aja, harga turbo nya berapa, wkwkwk

Begitupun kalau anda punya Yaris, Xenia, Jazz, Swift, atau Ayla, Brio sekalipun. Ups, jangan deh dikasih minum premium. Kasihan itu injector, paling nggak kasih lah minum Pertalite. Biar oktan sedengan (90), tapi minimal sudah free dari timbal. Mobil yang dikasih sesuai spesifikasinya, pasti dijamin lebih awet dan nggak rewel. Ingat…kata pemerintah premiumย  bukan untuk kalangan mampu, kalau sudah beli mobil bagus, masa tetep beli premium.

Last, kembali soal perburuan mobil tua. Karena hampir semua mobil yang dilihat tidak sesuai dengan hati, yasudah perburuan dihentikan sementara sambil konsultasi ke teman yang paham motuba. Emang ya kalau dipikir-pikir capek juga kalau punya anggaran pas-pasan tapi pengen mobil yang nyaman. Padahal uang segitu kalau dibuat DP udah turun itu All New Honda Jazz. Udah semingguan nyari motuba nggak ada yang cocok. Eh..disaranin nyari great corolla 1.8 yang SEG. Yaah Jepang lagi… ๐Ÿ™‚ Katanya bandel dan masih cocok dibawa lari. Yowes..manut aja

Kata temen saya duit tanggung kok kemaki mau beli mobil cash caak cak. Hyaa siap-siap aja capek.

Selera Soal Motuba

November 26, 2015

Biyuuugh judhul e ora umum. Pakai kata โ€œseleraโ€ nih. Hehe, yaa kembali lagi kepada kejadian memilih Pumba sebagai motor operasional mencari omzet, sebenarnya waktu itu selera saya ada di motor dengan teknologi pertengahan, long lasting technology lah istilah beken e, sparepart melimpah, daya jelajah tinggi, cepat, torsi besar dan yang pasti harganya bersahabat di kantong. Lha persoalannya banyak motor tua tidak memiliki spek yang seperti ini, kecuali si Pumba. Tiger 200 cc.

Kalau ga salah waktu itu dari mbok wedok dikasih budget nya 12 juta. Wadhuh, bisa tah buat motor seken beli V-ixion misalkan? Kuraang. Mau beli Ninja eeeee opo eneh. Apalagi kalau dipikir mau beli motor baru. Uang 12 juta itu lazimnya beli revo fit (lagi), lha wong Vario aja udah diatas 15 jeti kok..wkwkwk. Yowes maspoeloeng selalu mengeluarkan ajian sakti, kencangkan ikat pinggang. ๐Ÿ™‚ Mulailah berburu ke situs olx dan akhirnya nemu si Pumba

Memang dapet Pumba kalau dipikir sudah ga ada pilihan lain, uang segitu lazimnya beli motor laki keluaran tahun 2000-2005an. Selebihnya pasti harganya jauh diatas itu. Lha kalau ditanya selera? Yaaaaa mau gimana lagi, ibarat orang ditanya pengen makan nasi rendang, tapi yang kebeli cuma nasi pecel, hlaa yowes too daripada luwe, ngelih bin kaliren binti kencot..ekekekek. Daripada gak bisa nyaman berburu omzet karena mesti naik bus kota dan angkot, maka Pumba aslinya bukan selera waktu itu. Kefefet ceritane.

Sialnya kita tidak punya pilihan lain kecuali motor Jepang. Honda, Yamaha, dan Kawasaki sudah mendarah daging bercokol dalam otak manusia Indonesia. Mau cepaat dan keren, macho, muahaal, ambil Kawasaki. Mau kalem, rada bapak-bapak, sparepart melimpah, harga jual kembali tinggi, yaa Honda. Mau cepat, keren, tapi murah, ya ambil Yamaha. Suzuki, ojok wes gak iso didol maneh…LOL. Apalagi anda yang punya uang dibawah 50 juta jangan ngimpi bisa menikmati motor motor Eropa, kecuali Minerva yang bangkrut itu. Atau Vespa tuwek seperti minthi ekekeke. Gae ngarit iso, gae nguber meeting selak ditinggal client. Makanya kalau punya uang cuman 12 juta buat beli motor, mosok tah iso ngomong seleraaaa…tul gak?

Tapi beda loh, kalau soal mobil tua. Nhaaa ini yang perlu anda ketahui. Didalam pikiran kita, mobil itu ya Jepang, katanya mobil jepang itu bandel, irit bahan bakar, bisa minum bensin, sparepart murah, harga jual kembali tinggi. Sama sih saya juga berpikir seperti itu. Kenapa bisa begitu yach?

Coba deh bandingkan, kapan sih mobil mobil jepang yang kita temui di Indonesia memakai sistem Injeksi? Teknologi Vtec misalnya, ABS, Air bag. Baru kemarin kemarin aja kan bro. Tapi kalau mobil eropa? Waaah yho jelas ket jaman bahulak, maksudnya jauh sebelum Jepang bisa membuat Vtec, VVTi mobil Eropa sudah memperkenalkan Vanos, Jettronic, dll. Tapi kenapa mobil eropa susah laku di negara kita? Jawabnya sih gampang aja, mungkin perkaranya orang Indonesia tidak sadar tentang betapa pentingnya sebuah keamanan dan kenyamanan dalam berkendara. Sing penting budhal. Ra ketang rasane koyo grobak.

Orang kita menganggap mobil eropa itu mahal. Padahal kalau dihitung-hitung dengan cermat dengan membayar sedikit lebih tinggi dari harga mobil jepang, maka fitur keamanan dan kenyamanan jauuuh kita dapatkan. Ibarat kata seperti bumi dan langit. Sadar atau nggak sadar kalau dihitung mobil mobil jepang dirasa overprice banget loh, Panther misalnya, fitur tahun 90 an kok dijual 280 an juta. Atau Ayla, Xenia si mobil sejuta ummat ๐Ÿ™‚ bodi nya kaleng krupuk gituuu, mosok dijual 130-180 an juta. Fitur keamanan jelas gak usah ditanya, lha wong seat belt aja kadang melar sendiri je…, ngerem mendadak sirah e nubruk kaca.

Tapi…balik lagi kepada selera masing-masing ya, nah kalau di mobil kita bisa banyak pilihan. Apalagi Motuba. Selera biasanya tidak selalu berbanding lurus terhadap budget. Selera mobil eropa, ada yang harga second nya dibawah mobil jepang dengan fitur seabreg. Selera mobil Jepang? Buaanyak tinggal pilih. Yang penting membeli mobil setidaknya kita sedang membeli kenyamanan dan keamanan. Lha mosok naik mobil digawe mlaku rasane koyo numpak motor, apa yhaa sumbuuut.

Nek sampeyan cowok mesti ngerti lah, kan cowok lebih sering mumpak i, ups..salah ding ๐Ÿ™‚
Karena Pria Punya Selera… xixixixi

Terimakasih OLX

November 24, 2015

Mari dilanjutkan ke episode ke-3 tentang serial Galau Galau Sikaat, nah kali ini ada hubungannya dengan situs jual beli terbesar di tanah air yang belakangan diakuisisi dan dirubah namanya menjadi OLX.co.id

Menjadi pengguna OLX sudah saya jalani sejak belum menikah, dulu namanya Tokobagus. Saya pikir dulu tokobagus itu tokoย  yang menjual barang barangnya secara online, ternyata bukan. Sekian lama menjadi pengguna tokobagus tapi tidak pernah menjual atau membeli barang satu pun dari situs ini. Maklum lah tau sendiri jaman tahun 2008 kayak apa situs ini, ada komen sadis sadis, dan banyak sekali penipuan.

Tapi belakangan seiring perkembangan teknologi dan semakin mudahnya orang mengakses internet melalui smartphone, maka kebutuhan akan jual beli online menjadi musykil. Wirausahawan muda banyak yang bermula dari toko online yang nebeng di tokobagus. Nun, saya bukan seperti mereka karena saya hanya pengguna pasif. Pakai kalau pas butuh barang atau jual barang.

Kebanyakan sih beli, banyak sih. Beli perkakas dapur, beli peralatan bayi, beli motor, bahkan sampai kasur booooo, sumpah, Kasur we seken. Mosok gak isin cak? lheee nuruti isin gak uman. Sekaligus sebenarnya bisa jadi kisah berharga bagi anak cucu kelak, kalau kita bisa melewati masa-masa susah dan akhirnya sukses. Kita bisa mengatakan, Lee nduuk, naak ojok gur nyawang penak e thok.

Soalnya kita bukan berasal dari keluarga yang maha kaya, sembarang mudah dibeli. Butuh perjuangan dan air mata..ce ileeeee, ora ding. wkwk. Maksudnya semua yang kami miliki alhamdulillah ada tahapannya. Inget banget pas waktu datang ke kontrakan, kami tidur di kasur busa trepess, duuh trepes nya lumayan sakit. Kalau dah selesai dipakai bobo, di pepetin dech ke tembok ๐Ÿ™‚ . Kasur trepes peninggalan almarhum ibu. Apa kami menikmati nya? yo dinikmati dengan ngurut dada caak. Dada bojone maksude ๐Ÿ™‚ , khan penak kui.Wes tau toh?

Lalu saya pas itu omset kerjaan lama mayan seret, bos komplain terus, akhirnya saya memutuskan untuk resign karena merasa kemampuan saya sudah tidak bisa maksimal lagi, dan juga faktor faktor lainnya. Yo resikonya, mobil operasional ditarik..hik hik, jadi pengangguran, daftar PNS nggak mlebu, mosok arep hidup bermewah mewah, tul gak?!! gali kuburan ituh namanya.

Dengan slogan kencangkan ikat pinggang, barang-barang seken menjadi alternatif untuk bisa dimiliki secara benar dengan toleransi tertentu pas laginya butuh. But tidak semua barang seken bisa dan boleh kita beli, membeli barang seken pada dasarnya adalah membeli manfaat (value) atas barang yang sama dengan baru, hanya sudah pernah dipakai. Syaratnya value nya tidak berubah, kalau berkurang sih wajar namanya juga bekas dipakai.

Nah!! OLX jawabanya. Gampang dipakai, gak perlu isin isin nawar, dan harganya reraltif bersahabat dengan syarat jangan pas dapet makelar..wkwk. Sejauh ini puas sih pakai OLX, meski barang yang kami dapatkan tidak selalu sempurnya, kebanyakan value nya hampir masih 90%, mayan khan…? dapat barang dengan harga 50-75% harganya tapi kondisinya bisa up to 80%

Terus wes cerito puanjang lebar, apa hubungannya dengan Motuba anyar cak? lha ceritanya saya juga nyari motuba baru dengan bantuan OLX, nah setelah apa yang saya nikmati sekarag ini, kira-kira pantes gak kalau saya berterima kasih sama OLX?

Pantees sih ya??

Sejarah Berburu Motuba, Hingga Menjadi Homosek

November 24, 2015

Motuba? apa itu

Motuba adalah istilah yang lazim digunakan para biker untuk mesin mesin yang tergolong tua. Yap, motuba adalah Motor tua bangka atau bisa saja Mobil Tua Bangka, hehe. Secara eksplisit tua disini bisa berarti usia motor tersebut sebanding dengan usia pemakainya sendiri, bisa saja pas dimiliki si motuba telah lahir jauh sebelum rider atau driver nya lahir ke dunia. Weealah

Nah, melanjutnya eh melanjutkan kisah tentang galau galau sikat episode pertama ๐Ÿ™‚ sebenarnya maspoeloeng bukan orang baru lagi sebagai penikmat motuba. Bapak dulu pernah membelikan Vespa keluaran 1989 bulan January pas masuk kelas 2 SMA. Sedangkan MP baru lahir di bulan Juni di tahun yang sama, terakhir si minthi (panggilan vespa kami) saya jual untuk bayar uang kuliah, duuuh asline eman.Pengorbanan minthi sungguh luar biasa, dia rela menjual dirinya untuk tuannya agar naik kelas.

Mencari Motuba memang gampang-gampang susah, terkadang barang yang mulus nggak menjamin mesin sehat dan lancar dikendarai. Kadang mesin yang bobrok bisa disulap menjadi sehalus suara mesin baru dengan mencampurkan jus pisang kedalam olie. Pora edyaan kui? kejadian lho om..ojok salah, makanya hati hati kalau huntig motuba.

Selain itu memakai motuba tidak boleh sembarang pakai, kadang orang membeli karena nilai historitical nya yang tinggi, ada juga yang dipakai hanya sekedar weekend. Tapi kalo saya biar motuba tapi dia harus waras, karena acap kali dipakai kegiatan sehari-hari.

Nah pengalaman memiliki Motuba vespa, berlanjut ke pemilikan motuba Tiger 2005. Usianya sudah 15 tahun dan sudah oversize 50. Kenapa tetap dibeli? wah kalau tanya kenapa di beli, karena waktu itu mau beli motor yang lebih bagus anggarannya minim. Padahal spek yang dipatok maspoeloeng terlampau tinggi, seperti:

  1. Sepeda motor sport naked
  2. Mesin tidak boleh cengeng (nyales luar propinsi juga ๐Ÿ™‚ )
  3. BBM tidak boleh terlalu boros
  4. Tenaga badak
  5. Perawatan bisa dimana saja
  6. Pajak tahunan yang ringan

Nah dari kesemua spek itu bisa dipenuhi oleh sang Macan tahun 2005, memang secara tampilan kalah macho dengan V-ixion, Byson, dan Ninja tapi apa lacur, anggaran minim mesti dapat spek melimpah kan mimpiii, alhamdulillahnya sudah terwakili beberapa oleh si Pumba. Kebetulan pas dapet, si Pumba nggak begitu terawat tapi mesin masih bagus sekali. Sikaaat wes!!

Seiring perjalanan waktu pumba yang telah menemani mencari omzet mulai kelelahan, apalagi kalau mudik dipakai jalan bertiga. Sudah mesinnya kelelahan dan bikin lelah pengendaranya. Sudah waktunya cari motuba lain untuk bisa dikendarai keluarga kecil yang lebih safety, dan tidak kehujanan.

Whaaat Motuba lagi??? lha piye meneh anggaran cekak mau kredit males. Mending hunting motuba lagi, dengan kesabaran siapa tau dapat motuba tapi dengan spek yang baik, teknologi yang bagus, dan harga nya bersahabat. Syukur syukur bisa dapat yang first hand dan terawat. Waaah ya mesti sabar doong. Istilah jawane sewu siji. Dari seribu pilihan bisa jadi hanya satu yang sesuai keinginan.

Ngomong-ngomong, apa maspoeloeng ndak bosen ngrawat Motuba? apa ndak pengen naik yang trendy, baru, i reyen, garansi 5 tahun… baaaaahhhhh kalo dituruti pengen, hyaa jelas pengen. Naif sekali khan? Tapi lha wong semuanya kembali kepada prinsip, bahwa kami lebih senang tidak dikejar debt collector. Dan anggaranya cekak. Yowes apa boleh buat, gapapa lah maspoeloeng ini jadi seorang Homosek

Hobi Motor/Mobil Seken

wakakakak

Galau Galau Sikaat!!

November 23, 2015

Bagaimanapun, dan dalam kondisi seperti apapun naik sepeda motor bagus tdak menjamin badan pegel, dan kehujanan seperti yang saya alami kalau mesti nyales, jualan ke luar kota. Apalagi motornya ga bagus bagus amat, cuma Tiger 2005 mesin 200cc.

Meskipun udah dimodifikasi ala touring standar, tetap saja yang namanya naik motor bakal kehujanan kalau hujan turun, kalau jalanan berdebu, asap knalpot cumi-cumi truk menyapu badan..waduuh kebayang gak kalau mesti ngejar waktu meeting dengan customer. Mesti mandi dulu, walaupun itu di Mall sekalipun. hehe

Apalagi kalau weekend pulang kampung sama ciprut dan umminya. Walah..Tiger 200cc ini kian terengah engah. Seperti nggak ada tenaganya sama sekali. Bobot yang mesti dibawa nya lebih dari 170 kg. Kalau bisa teriak, udah teriak ini motor. Sayang teriaknya mesin itu lain, gara-gara dipaksain pernah suatu ketika boring dan silinder bergesekan sadis. Walaah turun mesin caak!

Byuuugh pernah sekali pas pulkam akhir bulan April kalau ga salah, kebetulan nggak naik Tiger si Pumba, tapi naik Revo. Pulangnya kena hujan dan ban kempes. Wessss mateng cak, akhirnya karena hujan gak bisa reda dan besok mesti berangkat kerja, maka diputuskan naik taksi. Dari Kedung Kandang ke Singosari mayan seh.. 85 ribu.ekekek

Akhirnya sempat terjadi kegalauan untuk mengambil mobil dengan skema krediiitt ๐Ÿ™‚ yang belum pernah baca saya pernah posting disini. Memang waktu itu emosi dan kondisi sangat mempengaruhi pikiran instant untuk membeli boil seken bekas taxi dengan skema kredit bank. Byuugh pora mesakne tenan kui. Wes mobil yang menjadi pilihan bekas taxi (km >300rb) dah gitu di leasing kan lagi. Haha, mundur teratur wes….

Pilih nabung aja lah. Timbang beban cicilan dan boil yang bisa aja kondisinya pas dibeli minta jajan terus. Khan repot baru dipake jalan, radiator busuk, kaki kaki gemblodhak, mesin bocor, dll. Apalagi waktu itu setelah kami diskusi karena sebentar lagi kan musim kemarau, jadi emosi untuk mengambil kredit mobil dipupus dulu. Toh nggak pake boil juga gapapa. Tapi dengan syarat pas meeting sama client mandi dulu di masjid atau di toilet SPBU ๐Ÿ™‚

Tapi…..memang janji Allah itu benar adanya. Kita itu disuruh bersabar, tetap dalam kesabaran. Rausah kesusu, opo onone. Butuh dan pengen itu seperti dua warna yang saling berdekatan sehingga hati kita susah membedakannya. Seperti halnya dalam urusan boil a.k.a mobil. Pengen dan butuh biasanya susah, susaaaaah sekali dibedakan. Apalagi kompor dari teman kantor biasanya, tul gak?!!

Tapi bagi kita cuek ae lah. Menabung juga punya tantangan tersendiri. Bedanya kalau kredit tantangannya adalah tantangan nyicil, tepok jidat potongan gaji, dikejar kejar debt collector dll. Kalau nabung tantangan nya adalah kapan niiih bisa nabung banyak? cari bonus, usaha sampingan dll. hwehwehwe….seru lah pokoknya. Daaan ketika kesabaran menabung itu dijalani, sstttttttt eh tiba-tiba nih ada yang jual mobil keren (super keren) harga teman. Galau sih sebenerya tapi akhire Disikat opo nggak? tunggu cerita selanjutnya.

Nyanyi sek aaah…:

Bang bing bung yook kita nabung..

Bang bing bung hee mari nabung

Tang Ting Tung yook jangan dihitung.. (yho asline kudu dietung caaak ojok lali)

Tau tau kita nanti dapat untung…